Kamis, 25 November 2010
Jumat, 16 Juli 2010
Para Malaikat
Setiap malam kurangkai untaian kata indah
Kata-kata itu terlalu sering kuucapkan
namun kata-kata itu memudar dengan seiring waktu
kembali kurangkai untaian indah
sekali lagi kunyanyikan dengan sepenuh hati
mengharapkan para malaikat hadir
melafalkan nada indah bersamaku
Lelah diriku hidup dalam sebuah pengharapan
hingga aku buta oleh kata-kata indahku sendiri
Tak pernah kujejakkan kakiku keluar dari ruanganku
sekian lama aku berkutat dengan kata-kata
hingga terasa lumpuh tubuhku
kubuka ruanganku
kumulai jejakkan kakiku tuk melangkah
kesilauan menerpa kelopak mataku
beribu bahkan berjuta malaikat menatap kearahku
mereka memiliki wujud lelaki, wanita, anak-anak, dan juga orang tua
mataku tak terpejam saat kulihat diriku sendiri
aku tak berbeda dengan mereka
mereka berada di sekeliling ruanganku tanpa pernah kusadari
mereka adalah para malaikat yang diturunkan buat semua makhluk semua
Diposting oleh
Alta
di
02.48
0
komentar
Label: My Diary
some times when it rains
Some times when it rains I wish that you were here
Some times when it rains I remember the time we kissed
And held each other near
As I watched the drops of water caress your smile
We held each others hand and the world seemed to stop
And I wondered if you would wait awhile
Some times when it rains........
Diposting oleh
Alta
di
01.19
0
komentar
Label: My Diary
Jumat, 07 Mei 2010
suara sunyi
Kulihat orang tertawa tergelak
Kulihat juga orang sedang bernyayi
kuperhatikan dan terus kuperhatikan
mereka tambah lebih keras tertawanya
begitu juga nyanyiannya..
kupergi menjauh
dan kudapati orang di sekitarku sedang berkelahi
namun sberapa keras aku melerai nya
mereka semakin sengit berkelahi
kupergi lagi..
kali ini kudapati segerombolan pemusik
memadukan harmoni
kuhampiri dan ingin kubersuara
namum suarakukalah dengan harmoni mereka
kuberjalan terus tanpa memandang sekelilingku
hinga kutemui berjuta orang d
ditengah belantara hutan beton
suara gaduh, gemuruh, dan bising memekakkan telinga
tapi kutak dapat mendengar suara orang menyapaku
sunyi..
tanpa kata..
tanpa suara..
Diposting oleh
Alta
di
13.15
0
komentar
Label: My Diary
Sabtu, 10 April 2010
Inikah Tujuan Hidupmu?....
Baru hari ini aku berpikir, sebenarnya apa tujuan aku hidup di dunia ini, setelah hampir selama hidup ini aku tidak sedikitpun berpikir untuk apa aku hidup, selama ini aku hanya bersenang-senang, dan melakukan hal yang aku sukai tanpa harus berpikir panjang, atau juga melihat resiko yang aku timbulkan.
Rasa menyesal begitu pekat dalam pikiranku saat ini, rasanya aku telah menyia-nyiakan hidup yang Tuhan berikan untukku, seandainya aku bisa kembali ke masa laluku, aku ingin sekali merubah segala sesuatu yang aku timbulkan, namun aku sadar, itu suatu hal yang mustahil, dan hanya ada dalam dongeng tentang mesin waktu.
Yah... memang selalu tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik dalam kehidupan ini, apalagi itu untuk merubahmu dalam kebaikan, semoga aku mampu untuk berubah menjadi orang yang lebih baik untuk ke depannya.. Ada banyak tujuan hidup dalam manusia di bumi ini, dan setiap orang pastilah berbeda dalam menentukan tujuan hidupnya.. karena setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda.
selama kita hidup, kita masih bisa menentukan apa tujuan hidup kita.. karena masih ada kesempatan untuk meraihnya selagi kita masih menghembuskan nafas, hingga jantung kita berhenti berdetak.
Aku sendiri hanya ingin memiliki kehidupan kekal sesudah matiku menjadi lebih baik, itulah Inti Tujuan Hidupku, dan aku akan berjuang untuk itu, walaupun aku tahu sangat sulit sekali mewujudkannya, karena aku harus merubah pelan-pelan semua kebiasaanku, aku harap aku mampu.... melihat masa laluku yang tak sedikitpun ada nilai baik dalam hidup..
Mulai sekarang, carilah tujuan hidupmu yang kamu anggap itu yang terbaik, karena itu akan memberikan kenikmatan dalam menjalani hidupmu, dan bukan menjadi beban, semua kesenangan dan kesedihan adalah sebuah konsekuensi dalam menjalani hidupmu....
Mari kita tentukan Tujuan Hidupmu saat ini juga........
Diposting oleh
Alta
di
11.12
0
komentar
Label: My Diary
Sabtu, 27 Februari 2010
white clouds
Segumpal bentuk menamparku
mengharapkan aku untuk menatap
memohon untuk melirik
berlutut untuk hanya sekedip
Kucoba untuk tak menghiraukan
kucoba untuk memejam
kucoba pula untuk tak menatap
pemberontak dikepalaku jauh lebih kuat
kucoba sekedip menatapnya
dan mataku tak mampu menutup
senyuman, tatapan, dan sentuhannya
telah membekukan tubuhku
sekali kulihat sebuah perahu terhenti di depanku
sekali waktu tampak hamparan bunga putih
dan sekilas waktu tampak istana megah
hanya tampak tak tersentuh
mataku tak juga mampu berkedip
hingga hilang tak berbentuk
hanya rasa lelah, lapar dan pedih yang tersisa.
esok akan kucari lagi bentuk yang tercipta
dalam awan putih yang terhampar luas
disiram surya yang angkuh merajai jagad
kucoba untuk temukan bentuk yang selama ini kucari
Diposting oleh
Alta
di
23.21
0
komentar
Label: My Diary
Sabtu, 26 Desember 2009
Sabtu, 19 Desember 2009
Kota Baru...
Seminggu ini aku memijakkan kakiku di kota jogjakarta... aku harap menjadi awal yang baik untukku.... mari kita mulai petualangan baru di kota ini......
Diposting oleh
Alta
di
11.27
0
komentar
Selasa, 04 Agustus 2009
lelahku...
telah jauh aku melangkah
hanya untuk menemukanmu
setiap detik, setiap menit , bahkan setiap jam dan juga setiap hari..
setiap malam aku mencoba memimpikanmu didalam tidurku, walau otakku pun tidak mau melakukannya....
aku selalu mencoba untuk membutmu nyata, senyata kenyataan yang kujalani setiap hari.
yah... walaupun aku telah jauh melangkah melewati banyak hal hanya untuk menemukanmu, namun aku sadar, engkau tidak jauh dariku, namun aku terlalu sempit memandang sekelilingku, hingga aku tak mampu melihatmu.
terkadang aku jauh berpikir engkau seperti sesuatu yang sangat sempurna.sesuai dengan gamabaran yang ada di dalam otakku, namun sebuah kalimat membuatku tersadar, "cinta tidak akan pernah datang jika kita terus mencari orang yang sempurna, tapi disaat kita menerima kekurangan yang ada didalam diri orang yang kita cintai, maka saat itulah kita menemukan cinta sejati yang tak akan pernah mati."
namun aku yakin suatu saat aku akan menemukanmu. karena cinta akan menemukan jalannya sendiri, semakin kita cari, dia akan semakin tidak terlihat, cinta akan datang dengan sendirinya.. kita hanya perlu untuk memasang mata dan telinga lebar-lebar..
Diposting oleh
Alta
di
21.17
0
komentar
Label: My Diary
Kamis, 23 April 2009
KEMUNING
Panas begitu menyengat ditengah tanah lapang yang mulai kering rerumputannya, tapi sesosok gadis terus berjalan menyusuri tanah yang mulai gundul itu, terlihat sesekali dia menyapu keringat yang sedari tadi selalu mengalir turun seolah mengelitik kulit mukanya.
wajahnya begitu tampak lelah, selelah kakinya yang sudah berjalan hampir delapan kilometer tanpa henti, Tak disangkanya dia akan berada di tempat yang teramat asing bagi dirinya, berada ditengah-tengah padang rumput yang begitu jauh dari pemukiman penduduk, karena begitulah adanya suasana di kota banyuwangi, hanya sebuah harapan yang begitu kuatnya untuk segera lari dan terus berlari meninggalkan lelaki yang telah benar-benar dia benci saat ini.
Beberapa hari ini hidup Diah sudah berubah, masa depannya sudah hancur terenggut Artha, lelaki yang telah tiga bulan mengisi hatinya. namun tak pernah disangkanya ternyata artha begitu Bejat dan kejam, dia hanya menginginkan nafsu daripada cinta seperti yang dia agungkan pada saat awal pertemuan mereka, begitu pintarnya dia mengelabuhi dirinya dan juga orang tuanya. dia begitu manis, pintar, dan sangat sopan juga alim. begitu berbeda sifatnya saat diberada di gubug peristirahatannya, yang hanya berupa rumah kecil dibanyuwangi. namun bagai neraka baginya.
kakinya sudah sangat pegal untuk meneruskan langkah, dilihatnya kebun semangka yang buahnya sudah lumayan besar, dan mungkin ada yang sudah mulai memerah, akhirnya dia memutuskan untuk istirahat di bawah pohon akasia yang berdiri kokoh dipinggir jalan. diluruskannya kedua kakinya hingga menyentuh parit kecil yang mengalirkan air untuk irigasi.
sesekali dia menoleh kekiri dan kekanan untuk melihat situasi, setelah berpikir masak dan dirasanya cukup aman dia kembali melangkah mengelilingi kebun semangka itu, tampaknya devi fortuna telah memihak dirinya, belum juga jauh melangkah dilihatnya buah semangka yang cukup besar dan dia rasa sudah cukup matang. dia kembali menoleh kekiri dan kekanan untuk kembali melihat situasi lagi, kali ini dia ingin memastikan benar-benar sepi daerah itu, dan rupanya memang cukup sepi juga, dengan sigap dia meloncat diatas guludan dan memetik buah semangka yang benar-benar telah menjadi magnet yang tak kuasa dia tolak untuk tidakmengambilnya, karena perutnya sudah mulai keroncongan minta diisi.
setelah mendapat buah semangka itu, dia segera keluar dari kebun dan memasukkan semangka kedalam bajunya, dia berpikir, bila ada yang memergokinya dia akan bilang kalau dirinya sedang hamil. Namun tidak juga dia bertemu dengan orang walau sudah melangkah jauh meninggalkan kebun itu.
dilihatnya ada gubuk kecil yang tidak berpenghuni, mungkin orang-orangnya sudah pulang, karena waktu sudah sore, Adzan ashar pun sudah dari tadi menggema. diberanikannya masuk kedalam pondok dan tanpa membuang waktu dia duduk sambil menghadap ke jalan, dikeluarkannya semangka yang ada dibalik bajunya. dan memulai makan dengan rakusnya, lalu disisakan setengah buahnya untuk bekal diperjalanan,.
dia berjalan terus dan berharap bisa menemukan jalan pulang ke surabaya, namun tdak juga dilihatnya jalan besar, disepanjang perjalanan hanya dilihatnya sawah, ladang dan perkampungan kecil-kecil, dia juga tidak tahu dimana dia berada, yang dia tahu, dia berada di banyuwangi.
Dalam hati kecilnya, dia ingin sekali menghubungi orang tuanya dan memberitahukan keadaanya saat ini, namun dia merasa bersalah kepada keluarganya, dia hanya mau menuruti egonya dan pergi dengan Artha walaupun keluarganya sudah melarang, ditepisnya jauh2 pikiran itu. dia bimbang untuk kembali pulang, namun dia telah berpamitan kepada orang tuanya untuk kerja di bali, namun nyatanya dia malah berada dalam kondisi yang sudah sangat menyakitkan, tidak punya uang, tidak punya makanan, dan tidak punya apa apa. Diah benar-benar takut meminta bantuan orang, karena dia takut kejadian buruk akan dialaminya lagi. dia hanya berusaha mengandalkan pemberian Tuhan, dan memakan apapun yang bisa dia dapatkan dalam perjalanan.
Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya dia memanjatkan doa pada Tuhan agar senantiasa memberinya keselamatan, dan juga rejeki untuk bertahan hidup.
Waktu sudah larut malam saat dia menginjakkan kakinya di pusat kota banyuwangi. rasa lelah dan ngantuk juga lapar memenuhi tubuhnya, dia putuskan untuk mencari tempat bermalam disekitar situ, kemudian dilihatnya adapos polisi di perempatan jalan raya yang pintunya terbuka, dia bergegas menuju kepos itu sambil mengucapkan harapannya agar pos itu kosong dan cukup nyaman digunakan sebagai tempat bermalam. Harapannya benar-benar terkabul, tempat itu kosong, dan ada 3 buah kursi plastik kecil juga koran yang ditinggalkan polisi yang berjaga disana hari itu.
ditatanya kursi kecil itu dan dia berusaha merebahkan tubuh lelahnya diatas kursi itu. namun ternyata sangat sulit tidur dengan posisi itu, lalu disingkirkannya kursi-kursi itu, dia akhirnya memilih tidur dilantai dengan beralaskan koran. dia bersyukur menemukan tempat itu, walau hanya seadanya namun cukup untuk terhindar dari rasa dingin malam, dan gangguan orang2 kurang ajar.
dicobanya untuk menutup mata, namun tidak juga mampu terpejam dan pikirannya mengembara kemana-mana, dia berpikir dan mengatur rencana untuk dapat pulang, tapi lagi2 rasa takutnya untuk menghadapi orang tuanya terus menganggu pikirannya. akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya seperti semua sebelum dia berangkat , dia harus tetap pergi ke bali, apapun yang terjadi. dia akan mencari pekerjaan di bali seperti rencananya semula. dia memikirkan bagaimana bisa ke bali, apa mungkin berjalan kaki, sedang bali harus menyeberang laut juga, bila dia naik kapal, dia tidak punya uang untuk membeli tiketnya.
otaknya dipaksa berpikir keras, bagaimana cara untuk bisa pergi ke bali dengan uang yang tak dipunyai sama sekali. dia terus berpikir hinggak terlelap dikalahkan rasa capeknya sendiri.
suasana disekelilingnya masih gelap gulita saat diah membuka matanya, dari kejauhan lamat-lamat terdengar suara adzan subuh memenuhi jagad pagi buta itu, diregangkannya tubuhnya untuk mengurangi rasa kaku dan pegal yang menyelimuti tubuhnya. suara adzan begitu menghanyutkan kalbunya, rasa sedih dan kangen juga senang bercampur menjadi satu, titik-titik air matanya jatuh membasagi kelopak matanya, dia berharap kejadian ini hanyalah mimpi buruk yang akan segera sirna seiring dengan mentari menampakkan sinarnya yang hangat, tapi akalnya mengatakan bahwa hal itu adalah kenyataan pahit yang harus dijalaninya.
disekanya air matanya yang masih menetes turun tak terbendung, dikuatkannya hatinya untuk menghentikan hujan air mata yang tengah melandanya. ditengadahkannya kedua tangannya mengharapkan kemurahan Tuhan untuk memberikan sedikit hal yang baik yang ingin di terimanya.
Hatinya begitu sakit, namun dia berusaha untuk tak menghiraukannya. yang ada diotaknya hanyalah segera pergi ke Bali, bagaimanapun caranya.
langkah-langkahnya sedikit dipercepat meninggalkan tempatnya bermalam. berharap todak ada orang yang melihatnya tidur di dalam pos polisi. dirapikan rambutnya yang sedikit acak-acakan menggunakan jemarinya.
rasa lapar kembali menyerang perutnya, namun tak juga di hiraukannya, kakinya dipaksa untuk terus menyusuri jalan yang dia sendiri tidak tahu mengarah kemana, pandangannya terpecah pada sungai kecil mengalirkan air yang terlihat sejuk, dan dihirup baunya sendiri, dan secepat dia mampu dia segera menuju kesungai tersebut, agak jauh di dekat situ ada tempat yang agak tersembunyi, dia segera melucuti pakaiannya lalu membasuh mukanya sambil merendam tubuhnya kedalam air sungai yang agak sedikit berwarna coklat namun tak dihiraukannya.
air mata kembali jatuh, disaat dia membasuh tubuhnya, rasa sakit dan pedih kembali melanda hatinya, saat jemari Artha mulai menjamah tubuhnya, rasa sesal menyerang dengan hebatnya seakan tidak ingin pergi dari Diah.
Diposting oleh
Alta
di
00.18
0
komentar
Label: My Story
Rabu, 22 April 2009
The Colours of life
Setiap manusia yang lahir kedunia ini terwakili dengan warna putih, yang melambangkan kesucian, bersih, dan tanpa noda. setelah itu, mulailah dia menorehkan berbagai macam warna kehidupan, baik itu warna yang gelap, atau terang, warna panas ataupun warna dingin, yang menggambarkan setiap peristiwa kehidupan.
Saat melalui itu semua, warna -warna kehidupan akan membentuk setiap insan manusia yang mana akan menjadi wakil dari pribadinya.
Seperti diriku sekarang ini, aku memiliki 2 warna yang mampu mewakili kehidupanku. Hitam dan Putih.. dimana warna itu menunjukkan kejelasan batas diantara kedua warna yang sangat solid, namun bertentangan dan saling bertolak belakang, seperti diriku, aku hanya berusaha menjadikan diriku solid dalam sebuah ketegasan kehidupanku.

Sejak kecil orang-orang disekitarku memberikan goresan warna kepada diriku agar dapat memiliki warna yang sama dnegan diri mereka, tidak jarang juga justru aku sendiri yang mencoba mengubah warna diriku agar sama dengan mereka. Namun setiap hari setiap saat aku selalu saja mendapatkan warna dan juga merubah warna untuk menyeimbangkan warna disekelilingku.
Hingga saat ini, saya tidak lagi ingin merubah warna, dan juga mencari jalan agar menjadi warna yang sama dengan lingkungan sekitarku.
Inilah aku saat ini, menjadi bagian dari 2 warna solid, hitam dan putih, yang merupakan bagian dari 2 hal yang membentukku sejak aku lahir, warna putih yang mewakiliku disaat aku lahir kedunia ini, dan warna hitam yang merupakan hasil pencampuran dan goresan warna yang di berikan oleh orang-orang disekitarku.
Aku berusaha untuk menyelaraskan kedua warna ini dengan kesolidannya menjadi harmoni yang indah untuk kehidupanku.

So.. this is my colours, and what is your colour..?
Diposting oleh
Alta
di
23.46
0
komentar
Label: My Diary
Senin, 20 April 2009
Jalan-jalan ke Coban Rondo dan Coban Manten yuk....

Pagi kemarin saya berniat mencari-cari acara yang seru buat ngilangin penat, yah itung-itung sebelum aku pindah dari malang, aku ingin pergi ke tempat-tempat favoritku dulu. setelah menimbang-nimbang akhirnya aku putuskan pergi ke coban rondo.
ternyata banyak mitos yang beredar di kawasan inisalah satunya, kalau kita jomblo ketika datang ke coban dan mendapatkan kenalan disini akan awet sampai seumur hidup, begitu juga sebaliknya kalau kita sedang pacaran dan kita berkencan ke coban ini, niscaya akan bubar hubungannya heheheheh.... tapi yah itu masih mitos, belum bisa dibuktikan secara nyata dan ilmiah huehueheuheu....
Coban rondo sudah cukup terkenal didunia pariwisata kota batu, siapapun dapat mengetahui dengan mudah, bila kesulitan menemukan tempatnya, tinggal tanya saja dengan masyarakat, dan pasti akan ditunjukkan dengan pasti. Kalau kita sedang berada ditempat wisata kuliner payung, yang ada dikota batu atas, kita sudah cukup dekat dengan tempat ini.
Dari tempat wisata kuliner payung, kita tinggal meneruskan perjalanan ke aras pujon, setelah kira-kira 200 meter dari payung 3, kita akan menemukan pertigaan dengan nama pertigaan patung sapi, karena ada patung sapi yang jadi landmark dilokasi itu. kita tinggal ambil jalan ke arah kiri yang masuk ke perkampungan hingga kita menemukan pintu masuk ke coban rondo.
Mudah sekali khan untuk menemukannya. yah kita tinggal masuk ajah kesana.
Disana susananya dingin buanget, tapi cukup segar udaranya buat kita merasa segar berada disana, apalagi aku yang emang suka dengan tempat wisata air, gak bakalan bosan deh, setelah itu kita bisa jalan-jalan disekitar air terjun, ternyata selain itu ada sedikit kejutan bila kita mau sedikit menjelajah sekitar coban rondo, kita bisa pergi ke camping ground dan melakukan perjalanan trekking kebukit. setelah melalui perjalanan yang lumayan cukup menantang, kita akan di hadirkan dengan dua buah air terjun kembar yang di sebut Coban Manten
Nah disitulah asyiknya menyusuri coban manten ini, karena jalannya yang sangat seru, melewati semak belukar, anak sungai, dan juga hutan-hutan yang tersebar disepanjang perjalanan. namun hasilnya sangat menakjubkan.
tidak puas rasanya kalau ke coban rondo tidak diteruskan dengan mencari keberadaan coban manten, yang ternyata berada diatas coban rondo, mungkin dulu coban manten ini adalah wujud dari coban rondo dan coban sedudo yang ada di kabupaten nganjuk yang sudah bercerai kali yah... hauhauahuaha.....
ok, buat semuanya, silahkan datangi coban rondo dan kunjungi coban manten, rasakan dahsyatnya wisata air terjun yang tiada duanya di kota malang ini, oops.. sekarang udah jadi kota Batu ding......
met berwisata
Diposting oleh
Alta
di
23.34
0
komentar
Label: Traveling
Sabtu, 18 April 2009
cocholate smoothie
cara membuatnya:
blender semua bahan menjadi satu hingga lembut, sajikan
untuk 2 gelas
Diposting oleh
Alta
di
00.15
0
komentar
Label: ReSeP PilIHanKU
semangka smooties

bahan:
1/4 buah semangka matang
Cara bikinnya:
masukkan semuanya ke dalam blender, blender hingga halus dan dingin, sajikan.
untuk 5 gelas
Diposting oleh
Alta
di
00.09
0
komentar
Jumat, 17 April 2009
Orange smoothie
cara bikinnya:
masukan semua bahan kedalam blender, blender hingga halus. sajikan
Diposting oleh
Alta
di
23.56
0
komentar
Label: ReSeP PilIHanKU
Nanas smoothie
Cara bikinnya:
campurkan semua kedalam blender dan blender hingga halus. sajikan
Diposting oleh
Alta
di
23.43
0
komentar
Label: ReSeP PilIHanKU
pisang mangga smoothie

Bahan:
3 buah mangga arum manis atau golek
cara Bikinnya:
masukkan semuanya ke dalam blender, blender hingga halus dan dingin, sajikan.
untuk 5 gelas
Diposting oleh
Alta
di
23.34
0
komentar
Label: ReSeP PilIHanKU








